Gerhana Matahari Total 22 Juli 2009

TSE2009globe1b

sumber: NASA

Gerhana matahari total akan terjadi pada hari Rabu, 22 Juli 2009.  Bayangan Umbra (inti) dari bulan akan terjadi pada daerah sempit  di India kemudian menyeberang ke Nepal, Bangladesh, Bhutan, Myanmar, dan China.  Setelah meninggalkan daratan Asia kemudian menuju ke Pulau Ryukyu di Jepang dan bagian tenggara kurva Samudra Pasifik  dengan total waktunya adalah 6 menit 9 detik.

TSE2009-fig02

Bagaimana dengan di Indonesia? Nah, untuk gerhana matahri kali ini, bagian Utara dan Timur Indonesia  (seperti Manado -  Maluku dan Papua)  akan dilewati bayangan penumbranya.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihatt animasi gerhana matahari total pada 22 Juli yang akan datang seperti di bawah ini!

SE2009Jul22T

sumber: nasa.gov

Ini dia, 10 Foto Terbaik tentang Planet Bumi

N o. 10Bumi Terbit

top10_10_earthrise_hf

Sumber: NASA

Foto bumi yang pertama kali diambil oleh Astronot pada arbit bulan.  Di ambil oleh Astronot Apollo 8 ketika mengelilingi bulan dimana permukaan bulan juga ikut tertangkap kamera. Foto ini masih asli dan belum direkayasa oleh komputer.

No. 9 : Jepretan Galileo Breathtaking

top10_9_galileo_hf

sumber : NASA/JPL

Diambil oleh pesawat ruang angkasa Galileo pada tanggal 11 Desember  1990   saat berangkat ke Jupiter pada tahun ketiga dari misinya. Nampak pada bagian bawah adalah benua Antartika dan di atasnya adalah Samudra Pasifik

No.8 Bumi dan Bulan

top10_8_voyager_hf

Sumber: NASA

Foto bumi dan bulan dalam satu bingkai/frame yang pertama kali diambil dari pesawat ruang angkasa. Diambil pada tanggal 18 September 1977  oleh NASAs Voyager 1 pada jarak 7,25 juta mil dari bumi. Nampak bumi jauh lebih terang dari bulan sehingga untuk menghasil cetakan yang baik, bulan perlu “diperjelas” tiga kali lipat dari bumi dengan bantuan komputer.

No. 7:  Ketika Memburu Komet

top10_7_rosetta_hf

Sumber: ESA

Gambar diambil oleh Misi Ruang Angkasa Eropa (ESA) Rosseta pada saat  terbang dari bumi pada awal Maret 2005 pada misinya memburu Komet 67P/Churyumov-Gerasimenko. Gambar yang diambil digunakan untuk mengkalibrasi instrument-instumen yang akan digunakan agar bekerja sesuai dengan yang diinginkan.

No. 6 : Jauh dari Rumah : Apollo 17

top10_6_schmitt_hf

Sumber: NASA Johnson Space Center (NASA-JSC)

Foto diambil oleh Taurus – Littrow pada misi terakhir Apollo 17 di bulan dengan latar belakang pilot Apollo 17 Astronaut Harrison Schmitt dan bendera Amerika Serikat.

No. 5:  Di Jalan Menuju Merkurius

top10_5_messenger_hf

Sumber : NASA/JHU/APL

Pesawat ruang angkasa MESSENGER’s Earth terbang pada tanggal 2 Agustus 2005 menuju ke Merkurius. Pesawat tidak hanya disesuaikan dengan karakteristik medan di Merkurius, tetapi juga berbagai instrumen untuk mengetahui karakteristik unsure-unsur yang ada di bumi. Foto di sebelah kiri adalah gambar yang diambil oleh kamera dengan berbagai panjang gelombang. Di sebelah kanan diambil dengan panjang gelombang yang mendekati panjang gelompang sinar  infra merah. Warna merah adalah pantulan dari tumbuh-tumbuhan.

No. 4Di  Jalan Menuju Mars

top10_4_MRO_hf

Sumber: NASA/JPL/Malin Space Science Systems

Setelah keliling 272.000 mil pada orbit Mars selama 3 hari, kamera pengintai Mars  menunjuk ke planet bumi pada tanggal 15 Agustus 2005.

No. 3:  Dari Saturnus

top10_3_cassini_hf

Sumber : NASA/JPL/Space Science Institute

Diambil oleh pesawat ruang angkasa Cassini  dengan kamera sudut lebar (wide angle camera) pada tanggal  15 September 2006 pada jarak 1,3 juta mil dari Saturnus atau sekitar 930 juta mil dari bumi. Nampak  disebelah kiri bulan Enceladus juga tertangkap kamera, terbungkus  warna kebiru-biruan partikel-partikel es pada cincin E Saturnus.

No. 2 : Pertama dari Mars

top10_2_rover_hf

Sumber: NASA/JPL/Cornell/Texas A&M

Ini adalah foto bumi yang pertama kali yg pernah diambil dari planet lain, yaitu dari planet Mars. Diambil oleh   Mars Exploration Rover Spirit pada hari ke 63 dari misinya menjelajah Mars. Nampak bumi terlalu kecil untuk bisa dideteksi oleh kamera.

No.1 : Titik Biru yang Pucat

top10_1_blue_dot_hf

Sumber:  NASA/JPL

Bagian pertama dari “foto keluarga” system  Tata Surya yang diambali oleh Voyager 1 di tahun 1990 pada jarak lebih dari 4 milyar mil dari bumi dimana bumi terlihat seperti titik yang besarnya hanya 0,12 pixel. Dengan ukuran yang sekecil itu, Carl Sagan, penyokong Voyager berkomentar: “Suatu kelilip yang kesepian yang dibungkus oleh luasnya jagat raya yang gelap. Bagi saya, hal ini menggarisbawahi tanggung jawab  kita didalam memelihara dan ‘membelai’ titik biru yang pucat ini, satu-satunya rumah yang dikenal, secara ramah dan berbelas kasih.

Sumber : www.space.com


Wisata Sambil Belajar Sains di Yogyakarta

Taman Pintar Yogyakarta

taman pintar

Musim liburan sekolah telah tiba. Berbagai kegiaatan telah dirancang oleh para siswa untuk mengisi liburan ini dengan berbagai kegiatan yang positif. Nah, salah satu kegiatan yang mungkin menarik para siswa adalah berwisata sambil mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Yogyakarta khususnya di Taman Pintar.

peta

Taman Pintar Yogyakarta yang terletak di pusat kota ini dibagi dalam 4 area yakni Playground, Gedung Heritage, Gedung Oval, Gedung Kotak dan Memorabilia. Gedung Kotak sebagai sarana pembelajaran sains , teknologi dan kearifan lokal, memiliki beberapa antara lain, zona pengolahan minyak bumi, yang memberikan pembelajaran kepada pengunjung tentang proses pengolahanminyak bumi, jenis – jenis bahan bakar hasil olahan minyak bumi serta proses industri minyak bumi dari hulu (pengeboran minyak) sampai ke hilir ( penjualan di POM atau agen ). Juga terdapat zona jembatan sains yang terbagi dalam beberapa zona lagi seperti zona kimia , zona biologi, dan zona matematika.

Zona Kimia. Di zona ini anak-anak diajak bermain sambil belajar ilmukimia. Sub zona ini menampilkan alat peraga antara lain sistem periodik, Air Ajaib yang menerangkan tentang kesetimbangan larutan campuran KOH dan Glukosa yang diteteskan Metilen Blue, ketika tenang bersifat basa (warna bening) ketika dikocok bersifat asam (berwarna biru). Di Zona itu pula disuguhkan Tarian Bola Kamfer yang menjelaskan tentang reaksi bola kamfer dengan Asam Osalat dan NaHCO3 yang dilarutkan dalam air . Juga Replika Bicromate Cell, yakni baterai kering menggunakan potasiumbicromate sebagai elektrolitnya.

Zona Biologi. Di zona ini pengunjung dikenalkan bagaimana menyusun tubuh manusia, mengetahui peredaran darah, microvideo (mikroskop digital yang dihubungkan ke TV), mas jerangkong, panca indera, ekosistem, rantai makanan, sistem hidup binatang, metamorfosis katak, metamorfosis serangka, sistem hidup tumbuhan, dan bioteknologi. Sedangkan di zona Matematika pengunjung akan dikenalkan dengan permainan angka, umur garfitasi, bentuk bangun, peraga roda kotak, slot hiperbolik, dan plengkung.
JAM BUKA:
Setiap hari Selasa hingga Minggu pukul 09.00 – 16.00 WIB (Hari Senin Tutup)

Khusus untuk musim liburan sekolah, hari  Senin dibuka

FASILITAS:
- Alat peraga iptek interaktif
- ruang pameran dan audiovisual
- Food court
- Mushola
- Toko suvenir
- Pusat Informasi

Tarif  dan Prosedur Rombongan

Prosedur dan ketentuan kunjungan, khusus rombongan siswa dan guru, sebagai berikut :

  1. Konfirmasi dan pendaftaran kunjungan Rombongan siswa & guru disampaikan melalui Surat Pemberitahuan dari sekolah (formal) yang ditujukan ke Kantor Pengelolaan Taman Pintar, maksimal 3 (tiga) hari sebelum tanggal kunjungan (bisa via telepon atau faksimili) .
  2. Minimal jumlah rombongan siswa & guru yang mendapat tarif khusus rombongan adalah 20 (duapuluh) orang (khusus kunjungan Selasa  – Sabtu).
  3. Mengisi Formulir Pendaftaran Kunjungan Rombongan yang tersedia pada Petugas.
  4. umlah peserta yang tertera pada Formulir Kartu Kunjungan Rombongan harus sesuai dengan jumlah sebenarnya, karena jumlah tiket yang telah terbeli tidak dapat ditukar/dikembalikan.
  5. Tarif tiket Taman Pintar Yogyakarta yang berlaku saat ini (berdasarkan Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 42 Tahun 2008 tentang Perubahan Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 32 Tahun 2007 tentang Besaran Tarif Masuk Per Zona di Taman Pintar Kota Yogyakarta) adalah sebagai berikut :
  • Gedung Oval & Gedung Kotak Lt. II (anak-anak & rombongan siswa-guru) : Rp. 5.000,-
  • Gedung Oval (dewasa/umum) : Rp. 10.000,-
  • Gedung Heritage (PAUD) Barat (anak usia 2 – 7 tahun) : Rp. 1.000,-
  • Gedung Heritage (PAUD) Timur (anak usia 2 – 7 tahun) : Rp. 1.000,-
  • Gedung Memorabilia (anak-anak & rombongan siswa-guru) Rp 1.000,-
  • Gedung Memorabilia (dewasa) Rp. 2.000,-
  • Khusus pada hari Minggu dan Libur Nasional semua pengunjung diberlakukan tarif umum.
  • Setiap Senin Taman Pintar Yogyakarta tutup layanan, kecuali Hari Libur Nasional.
  • Layanan Loket Tiket buka pukul 09.00 – 16.00 WIB

Museum Biologi Yogyakarta ( MBY )

museum biologi

Tak jauh dari Taman Pintar, kurang lebih 1 km ke arah timur akan dijumpai Museum Biologi Yogyakarta. Seekor kadal berjumbai dari Papua dan Harimau Sumatera adalah dua dari hewan langka yang dilindungi pemerintah koleksi MBY ini. Saat ini museum hayati tersebut menyimpan sekitar 3.700 jenis spesies. Sebanyak 70 persen dari koleksi merupakan preparat tanaman, sedangkan sisanya merupakan preparat hewan.

Keberadaan museum hayati milik Fakultas Biologi UGM ini memiliki peran penting bagi pendidikan mahasiswa bidang ilmu hayati dan merupakan salah satu sumber informasi hayati utama di Yogyakarta. Sehingga tidak salah jika anak-anak, pelajar dan mahasiswa, serta pecinta hewan maupun tumbuhan datang untuk belajar, sekaligus berwisata.

museum biologi jam

Animasi dan Simulasi Listrik Statis dengan Flash

Untuk memudahkan siswa menguasai konsep-konsep listrik statis yang proses fisika tidak bisa diamati secara langsung, saya mencoba membuat animasi dan simulasinya. Berikut adalah hasil coba-coba saya…. Anda dapat mendownloadnya secara cuma-cuma.

  1. Elektroskup (new)
  2. Model atom
  3. Lambang atom
  4. Interaksi muatan listrik
  5. Memberi Muatan dengan menggosok
  6. Pengertian induksi listrik
  7. Memberi muatan dengan Induksi – 1
  8. Memberi muatan dengan induksi – 2
  9. Memberi muatan dengan induksi – 3
  10. Memberi muatan dengan induksi – 4
  11. Petir

Ada Pelangi di Rumahmu!

Secara alami, pelangi dapat terjadi jika kita membelakangi matahari dan di depan kita terjadi hujan. Pelangi terjadi  sebagai akibat adanya pembiasan cahaya matahari oleh titik-titik air hujan. Untuk “membuat” pelangi, fungsi titik-titik air hujan dapat diganti dengan menggunakan sebuah prisma atau cermin datar yang diletakkan di bawah permukaan air. Namun kedua alat tadi jarang ada di setiap rumah.

Pelangi juga dapat “dibuat” dengan alat yang pasti ada di setiap rumah, yaitu gelas kaca. Nah, berikut adalah percobaan “membuat” pelangi di rumah.

a) Alat dan bahan:

  1. Gelas berisi penuh air.
  2. Ember kecil dengan tinggi ± 20 cm.
  3. Kertas HVS

b) Langkah-langkah

  1. Pada pagi atau sore hari  taruhlah kertas HVS di tempat yang terkena cahaya matahari (di dalam rumah dimana cahaya matahari masuk dari jendela atau pintu)
  2. Letakkan ember dan gelas berisi air di samping kertas sedemikian rupa sehingga cahaya matahari mengenai permukaan gelas dan cahaya bias mengenai kertas. (lihat gambar di bawah )
  3. Perhatikan warna cahaya yang terjadi di dekat ember.
  4. Ulangi percobaan tersebut pada malam hari dengan menggunakan lampu senter.

pelangi1

Pembiasan dan dispersi cahaya oleh gelas berisi air

pelangi2

Spektrum cahaya yang dihasilkan dari dispersi cahaya

oleh gelas berisi air

c) Pemandu ke konsep:

  1. Perhatikanlah cahaya matahari yang mengenai lembar kertas HVS, apakah pada kertas terbentuk spektrum cahaya?
  2. Kalau ya, apa saja warna-warna spektrum tersebut?
  3. Apa yang menyebabkan terjadinya spektrum cahaya tersebut?
  4. Apakah hanya cahaya matahari yang menghasilkan spektrum?

Melakukan Percobaan Archimedes di Rumah

Pada umumnya percobaan Archimedes dilakukan dengan  menggunakan alat laboratorium seperti gelas ukur dan neraca. Sebernarnya  kita dapat melakukan percobaan di rumah tanpa harus menggunakan peralatan labarotium tersebut  dan akan  mendapat kesimpulan yang sama.

a. Alat dan bahan yang diperlukan:

  1. Papan kayu lebar ±5 cm, panjang ±30 cm, dan tebal ± 1 cm .
  2. Baterai
  3. Gelas dua buah
  4. Air dan beberapa batu kerikil

b. Cara percobaan:

  1. Isilah dua gelas dengan air sampai penuh.
  2. Susunlah papan, baterai, dan gelas seperti pada gambar (kedua gelas dalam keadaan setimbang), dan tandai posisi kedua gelas (lihat gambar di bawah )
  3. Turunkan kembali kedua gelas kemudian masukkan dua genggam kerikil ke salah satu gelas. Amati apa yang terjadi dengan air pada saat kerikil dimasukkan dalam gelas ?
  4. Letakkan kembali kedua gelas pada papan dengan posisi seperti semula. Amati apakah kedua gelas tetap dalam keadaan setimbang?

archimedes

c. Pemandu ke konsep:

Batu-batukerikil yang dimasukkan ke dalam gelas yang penuh air menyebabkan sebagian air dalam gelas tumpah. Ternyata berat gelas dengan batu-batu kerikil dan air di dalamnya tadi sama dengan berat gelas berisi penuh air. Kesimpulan apa yang dapat diambil dari percobaan ini?

Membuat Api dari Air

Api akan padam jika disiram dengan air, tetapi, ternyata api dapat dibuat dari air. Tidak percaya? Lakukan kegiatan berikut:

a) Alat dan bahan yang diperlukan:

  • Tempurung kelapa atau mangkuk
  • Kertas dan plastik
  • Air
  • Almari es
  • Rumput kering atau benda yang mudah terbakar

b) Cara percobaan:

  1. Buatlah lensa cembung dari bahan es dengan cara :
  • Tempurung/mangkok dialasi dengan kertas dan plastik (agar es mudah dipisahkan dari tempurung atau mangkok)
  • Isi tempurung/mangkok dengan air
  • Masukkan ke almari es dan tunggu sampai membeku.
  • Pisahkan es dari tempurung.

Catatan: Jika di rumahmu tidak ada almari es, buatlah lensa cembung tersebut dengan cara memahat esbalok.

2. Pada siang hari (sekitar pukul 11.00 – 13.00) letakkan rumput kering di

tanah lapang dan peganglah lensa cembung buatanmu tadi serta arahkan

ke cahaya matahari sedemikian rupa sehingga cahaya terpusat pada

rumput kering (seperti pada gambar).

lensa es

3. Mampukah cahaya dari es tadi membakar rumput?

4.Disebut apakah titik tempat terkumpulnya cahaya bias tadi?

Menjadikan rumah sebagai laboratorium fisika

Tahukah Anda dimana Archimedes menemukan hukumnya yang terkenal itu? Di laboratorium yang canggih? Tidak! Hukum Archimedes ditemukan justru di kamar mandi, sebuah ruangan yang merupakan bagian dari rumah atau tempat tinggal.

Sebenarnya, apa yang dipelajari di dalam ilmu Fisika terdapat di sekitar kita, termasuk di dalam rumah kita. Benda yang beregerak di dalam rumah, cahaya matahari yang masuk ke dalam rumah melalui celahcelah pintu dan jendela, bunyi-bunyian yang keluar dari televisi, radio, dan tape recorder, air yang digunakan untuk mandi dan mencuci, serta api yang diganakan untuk memasak ibu di dapur adalah contoh-contoh “bahan” fisika yang selalu ada di dalam rumah kita. Bukankah semuanya itu merupakan objek penelitian yang melimpah dan menarik untuk diamati?

Untuk mengamati dan penyelidiki prosesproses fisika tersebut di atas tidak harus menggunakan alat-alat laboratorium yang mahal harganya. Pengamatan dan penyelidikan proses fisika dapat dilakukan dengan alat dan bahan yang ada di rumah kita dan yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti gelas, sendok, botol minuman mineral, lampu senter, dan peralatan rumah tangga lainnya.

Berikut beberapa contoh percobaan fisika yang dapat dilakukan di rumah dengan peralatan yang biasa dijumpai di setiap rumah tangga.

Terapung, Melayang, dan Tenggelam.

Pernahkah kamu melihat film “Titanic” di layar televisi? Mengapa kapal tersebut dapat berada di atas permukaan laut padahal di dalamnya terdapat benda-benda yang berat seperti mobil?

Untuk menyelidiki fenomena terapung, tenggelam, dan melayang suatu benda di dalam zat cair, lakukan percobaan berikut:

a. Alat dan bahan yang diperlukan:

1) Gelas 2 buah dan air secukupnya

2) Garam

3) Telur yang masih baik.

bahan perc archimedes

b. Cara percobaan:

1) Isilah gelas pertama dengan air secukupnya kemudian larutkan garam yang cukup banyak. Masukkan telur secara perlahanlahan pada arutan garam tadi, dan amati apa yang terjadi pada telur!

2) Isilah gelas kedua dengan air, dan masukkan telur ke dalamnya.

Amatilah apa yang terjadi pada telur!

3) Buanglah air pada gelas kedua kurang lebih separuhnya (telur masih ada di dalamnya).

4) Campurkan larutan garam pada gelas kedua ke gelas pertama secara perlahan-lahan sambil diaduk.

5) Amatilah apa yang terjadi pada telur!

c. Pemandu ke konsep:

Pada ketiga percobaan di atas, mengapa telur dalam posisi seperti itu? (perlu diketahui massa jenis telur lebih besar dari massa jenis air,tetapi lebih kecil dari massa jenis garam)

Nah, sekarang kamu pasti dapat memahami mengapa di Laut Mati (Laut dengan kadar garam yang sangat tinggi) seseorang bisa membaca buku padahal ia berada di permukaan air.

Resonansi Ayunan

Dapatkah kita membuat suatu bandul berayun tanpa menyentuh bandul tersebut? Ah, mana mungkin, hanya orang yang punya ‘ilmu khusus” yang dapat melakukannya. Tetapi, tunggu dulu! Melalui percobaan berikut ini kamu dapat melakukannya tanpa harus bertapa beberapa hari untuk mendapatkan “ilmu khusus” tersebut. Sebaliknya, justru kamu akan mendapatkan pengetahuan baru yang bernama resonansi.

a) Alat dan bahan yang diperlukan:

1) Benang / senar ± 4 m.

2) Bandul yang dibuat dari kayu atau ring baut.

resonansi1

b) Cara percobaan:

1) Ikatlah tali yang panjangnya ± 1 m pada dua tiang atau kaki meja.

2) Buatlah potongan benang yang panjangnya masing-masing 20 cm sebanyak 1 potong, 25 cm sebanyak 1 potong, 30 cm sebanyak 2 potong , dan 50 cm sebanyak 1 potong.

3) Ikat benang-benang tadi pada tali dan berilah beban (lihat gambar)

4) Ayunkan benang yang panjangnya 30 cm (ayunan A) dan amatilah ayunan-ayunan yang lainnya. Apa yang terjadi pada ayunan B, C, D, dan E pada saat benang A berayun?

Apabila frekuensi dan periode getaran hanya tergantung pada panjang tali (l) dan percepatan gravitasi bumi (g), apa kesimpulanmu mengenai percobaan di atas?

Derap langkah barisan tentara yang melalui jembatan dapat menggetarkan jembatan dengan amplitudo yang cukup besar untuk merusakkannya. Itu sebabnya mengapa tentara dibubarkan barisannya bila melalui jembatan.

Para ahli bangunan juga harus memperhatikan kestabilan aerodinamik pada saat merancang sebuah jembatan agar hembusan angin tidak menimbulkan osilasi (getaran) jembatan yang frekuensinya sama dengan frekuensi alamiah jembatan.

Kelembaman Benda (Hukum I Newton)

Pernahkah kamu naik bis atau kereta api? Ketika kamu sedang duduk atau berdiri di dalam bis yang sedang melaju dan tiba-tiba sopir menginjak rem, apa yang kamu rasakan? Ya, kamu merasa terdorong ke depan bukan?

Dan apa yang kamu rasakan jika bis bergerak secara mendadak? Nah, untuk menyelidiki fenomena yang menarik ini, lakukan ercobaan berikut:

a. Bahan dan alat yang diperlukan :

1) 1 lembar kertas HVS.

2) 1 buah baterai ukuran besar.

3) alas yang rata dan halus.

 

hukum newton1

b. Kegiatan percobaan:

1) Ambil selembar kertas HVS dan taruh di atas meja atau lantai yang bersih dan rata.

2) Letakkan batu baterai di atas kertas tersebut.

3) Tariklah kertas tadi secara cepat dan mendatar / disentakkan dan amati

keadaan baterai!

4) Letakkan kembali baterai di atas kertas.

5) Sekarang, tarik kertas secara mendatar dan perlahan-lahan kurang lebih sejauh 30 cm dan hentikan tarikan secara mendadak.

c. Pemandu ke konsep:

1) Apa yang terjadi ketika baterai ditarik secara mendadak /disentakkan?

2) Apa yang terjadi pada baterai pada saat kertas ditarik secara perlahan-lahan?

3) Bagaimana pula pada saat tarikan kertas dihentikan secara mendadak?

Dari hasil percobaan tadi, prediksilah apa yang terjadi pada kegiatan berikut ini:

hukum newton 12

1) Sebuah kayu berbentuk kotak digantung dengan menggunakan benang jahit dengan panjang kurang lebih 25 cm.

2) Benang yang jenis dan panjangnya sama diikatkan dibagian bawah

kotak dan dibiarkan menggantung

3) Coba prediksikanlah, jika benang yang bawah (b) ditarik (disentak) dengan cepat, benang mana yang akan putus?

4) Dan bila benang b ditarik perlahan-lahan, benang mana yang akan

putus?

 

Untuk membuktikan kebenaran dari prediksimu, cobalah tarik benang b baik secara cepat maupun perlahanlahan!

d. Konsep yang sudah ada:

Menurut Newton benda mempunyai sifat lembam yaitu malas untuk berubah dari keadaan awal. Benda akan selalu berusaha mempertahankan keadaan awal jika benda tidak dikenai gaya atau resultan gaya. Jika pada awalnya benda dalam keadaan diam maka benda tersebut akan cenderung tetap diam, dan sebaliknya apabila pada awalnya benda bergerak lurus beraturan maka benda tersebut cenderung akan tetap bergerak lurus beraturan.

 

Kliping Berita Sains format pdf

Mau mengkoleksi berita-berita terhangat dan terheboh di bidang sains seperti Badai Matahari yang akan mengancam bumi, isu kiamat 2012, penemuan planet dan bintang baru, dan yang terakhir ditemukannya gunung api raksasa di bawah permukaan laut Sumatra?
Silahkan lihat dulu beritanya di menu Kliping dan jika ingin mengkoleksi dan mencetaknya, telah saya buatkan format pdf-nya dalam satu file. Silahkan klik di sini

Flash materi pelajaran Cahaya

Berikut adalah sebagian flash untuk menjelaskan materi tentang cahaya. Silahkan klik untuk melihat atau mengunduhnya.

1. Umbra

2. Penumbra

3. lensa cembung

4. pencampuran warna cahaya