KALOR


1. Pengertian Kalor

Kalor merupakan bentuk energi yang pindah karena adanya perbedaan suhu. Secara alamiah, kalor berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah. Sebelum abad ke – 17, orang beranggapan bahwa kalor merupakan zat yang pindah dari benda bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah. Jika kalor merupakan zat, tentu mempunyai masa. Ternyata benda yang suhunya naik, massanya tidak berubah, jadi kalor bukan zat.

Satuan kalor :

  • Sistem internasional ( SI ) ; joule ( J )
  • Sistem lain ; kalori ( kal ) dimana  1 kalori = 4,2  ;  BTU dimana 1  BTU  = 252 kalori

2. Kalor Dapat Mengubah Suhu suatu Benda

Lakukan percobaan-percobaan sebagai berikut :

 

Percobaan 1

  • Masukkan air dengan volume 200 mL dalam gelas kimia.
  • Panaskan air tersebut dengan pembakar spiritus, dan catat perubahan suhunya, seperti pada tabel pengamatan.

Percobaan 2

  • Sama seperti percobaan 1, gantilah volume air dengan 100 mL

Percobaan 3

  • Sama seperti percobaan 1, gantilah air dengan minyak bervolume 200 ml

Dari hasil percobaan, diperoleh data-data sbb :

  • Semakin lama dipanaskan (semakin banyak kalor diberikan ) suhu air semakin naik tinggi.
  • Dengan pemberian kalor yang sama, ternyata air bervolume 100 mL lebih cepat naik suhunya dari pada air bervolume 200 mL.
  • Dengan pemberian kalor yang sama pada volume yang sama, ternyata minyak lebih cepat naik suhunya dari pada air.

Dengan demikian dapat disimpulkan :

1. Perubahan kalor – kalor suatu benda sebanding dengan perubahan suhu benda tersebut:

  •  penambahan kalor sebanding dengan penambahan suhu.
  • Pengurangan kalor sebanding dengan penurunan suhu

2. Jumlah kalor yang diperlukan/dilepaskan untuk menaikkan/menurunkan suhu suatu benda sebanding dengan massa benda dan bergantung pada jenis zat itu.

Secara matematis dirumuskan sebagai :

3. Kapasitas kalor

Kapasitas adalah banyaknya kalor yang diperlukan/dilepaskan untuk menaikkan / menurunkan suhu benda sebesar 1 Kelvin / 10 C.

Secara matematis dirumuskan sebagai :

H    =   kapasitas kalor, satuannya J/K

4. Kalor Dapat Mengubah Wujud Zat

Lakukan percobaan sebagai berikut :

Percobaan 4


  • Masukkan es ke dalam gelas kimia
  • Panaskan es dengan pembakar spiritus
  • Catat perubahan suhunya setiap dua menit
  • Catat suhu pada saat es mencair
  • Catat suhu pada saat terjadi penguapan
  • Amati perubahan suhu pada saat air mulai mendidih dan sedikit demi sedikit berubah menjadi uap air 


Jadi, dapat disimpulkan bahwa kalor yang diberikan pada suatu  zat dapat mengubah wujud zat tersebut. Contohnya, pada percobaan 4 di atas, kalor yang diberikan pada es ( wujud padat ) dapat mengubah wujud es menjadi air ( wujud cair ), dan air dapat berubah menjadi uap air ( wujud gas ).

Perhatikanlah diagram perubahan wujud zat berikut ini!

Selama terjadi perubahan wujud ( selama melebur, membeku, menguap, mengembun, menyublim, dan deposisi ) suhu zat tetap. Pada saat itu, seluruh kalor yang  diserap atau yang dilepaskan digunakan untuk mengubah wujud benda.

Hubungan antara kalor dan perubahan wujud zat dapat dilihat pada video berikut:

5.Menguap, Mendidih, dan Melebur

Pada percobaan 4 di atas, juga diperoleh fakta bahwa menguap dapat terjadi pada sembarang suhu, sedangkan mendidih hanya terjadi pada suhu tertentu ( yaitu pada titik didihnya ).

Pada pengupan gelembung-gelembung uap hanya terjadi pada permukaan saja; sedangkan pada peristiwa mendidih gelembung-gelembung uap terjadi pada  seluruh bagian zat cair.

Penguapan dapat dipercepat dengan cara antara lain :

1)      memanaskan

2)      memperluas permukaan

3)      meniupkan udara di atas permukaan

4)      mengurangi tekanan udara di atas permukaan

Zat mendidih pada suhu tetap, asalkan tekanannya tetap. Titik didih suatu zat dapat diturunkan, dengan menurunkan tekanannya. Titik didih normal didefinisikan sebagai titik didih di bawah pengaruh tekanan 1 atmosfir.

Jumlah kalor yang diperlukan selama pendidihan / penguapan tergantung pada massa zat dan jenis zat.  Secara matematis ditulis.

Seperti pada proses mendidih, pada proses melebur suhu zat tetap asalkan tekanannya tetap. Suhu dimana zat melebur disebut titik lebur. Titik lebur normal didefiniskan sebagai titik lebur di bawah pengaruh tekanan 1 atmosfir.

Jumlah kalor yang diperlukan selama melebur  tergantung pada massa zat dan jenis zat.  Secara matematis ditulis.

 

sumber  tabel : http://www.ittelkom.ac.id/admisi/elearning/images/EP-6D08.JPG

Untuk jelasnya lihat diagram kalor berikut:

4.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 49 other followers

%d bloggers like this: