Inovasi Pembelajaran, Strategi Pembelajaran

Pembelajaran dengan 3i (Analogi, Inkuiri, dan Simulasi) mengantarku mengikuti Simposium Nasional Guru IPA Tahun 2019


foto simposium

Peserta Simposium Kelas SMP A

Bagian I : Mengapa  dengan Analogi?

Apa itu analogi? berikut arti analogi yang penulis ambil dari sumber di sini.

Analogi adalah salah satu jenis penalaran induktif. Dalam pengertian umum, analogi adalah proses penalaran berdasarkan pengamatan terhadap gejala khusus dengan membandingkan atau mengumpakan suatu objek yang sudah teridentifikasi secara jelas terhadap objek yang dianalogikan sampai dengan kesimpulan yang berlaku umum. Sebagai suatu proses penalaran, analogi menurunkan suatu kesimpulan berdasarkan kesamaan aktual antara dua hal. Penarikan simpulan dengan cara analogi berasumsi bahwa jika dua hal memiliki beberapa kesamaan, aspek lain pun memiliki kesamaan. Dari pemahaman ini, analogi bertujuan untuk meramalkan kesamaan, mengungkapkan kekeliruan, dan menyusun sebuah klasifikasi.

Ada beberapa  materi pembelajaran IPA SMP  yang bersifat abstrak seperti muatan listrik, medan magnet, Sel, jaringan, organ dalam tubuh baik hewan maupun manusia, dan yang lainnya. Karena bersifat abstrak, maka proses fisika maupun kimia yang terjadi dan atau melibatkan materi tersebut tidak dapat langsung diamati oleh peserta didik sehingga menyulitkan bagi peserta didik untuk mempelajari konsep di balik proses tersebut. Di pihak lain, menurut Piaget (1972: 49-91), mulai usia 12 tahun anak baru berada pada fase operasi formal dimana  fase ini ditandai oleh perpindahan dari cara berpikir konkret ke cara berpikir abstrak. Kemampuan berpikir abstrak dapat dilihat dari kemampuan mengemukakan ide-ide, memprediksi kejadian yang akan terjadi, dan melakukan proses berpikir ilmiah, yaitu mengemukakan hipotesis dan menentukan cara untuk membuktikan kebenaran hipotesis.

Karena masih berada pada masa awal transisi dari berpikir konkret ke berpikir abstrak, maka untuk dapat memahami konsep-konsep materi yang bersifat abstrak peserta didik masih membutuhkan “jembatan” untuk menghubungkan konsep  materi konkret ke konsep materi abstrak. Salah satu ciri agar “jembatan” tersebut dapat berfungsi dengan baik adalah adanya kesamaan atau kimiripan cara kerja antara materi konkret dan materi abstrak atau dengan istilah lain konsep materi konkret benar-benar sebagai analogi dari materi yang bersifat abstrak. Karena beranalogi, maka dengan mengamati fenomena dan atau  proses fisika / kimia pada materi konkret peserta didik diharapkan mampu untuk membuat hipotesis tentang proses yang terjadi pada materi abstrak.

Pada materi Listrik Dinamis, penulis menggunakan dua analogi untuk memudahkan peserta didik memahami konsep tentang arus listrik dan Hukum Ohm. Untuk memahami arus listrik, peserta didik diajak ke air terjun buatan yang ada di hall sekolah. Aliran air terjun dipilih sebagai analogi dari arus litrik karena mempunyai kesamaan dalam hal penyebab dan arah aliran antara air dan muatan listrik. Mirip seperti aliran air pada air terjuan buatan yang dapat terus mengalir kalau pompa dalam keadaan “hidup”, demikian pula arus listrik dapat mengalir dalam rangkaian listrik jika ada baterai dalam keadaan “hidup”.  Sama seperti air yang mengalir dari tempat tinggi ( mempunyai energi potensial lebih tinggi ) ke tempat yang lebih rendah ( mempunyai energi potensial lebih rendah), arus listrik juga mengalir dari potensial tinggi (kutub + baterai) ke potensial rendah (kutub – baterai)

analogi1
Aliran air sebagai analogi dari arus listrik

Analogi kedua yang penulis gunakan adalah air yang mengalir pada selang yang mempunyai perbedaan jarak antara ujung selang dengan permukaan bak penampungan air sebagai analogi dari Hukum Ohm seperti pada gambar berikut!

aaloh

Dari pengamatan jelas sekali kelihatan bahwa semakin besar jarak antara permukaan air degan permukaan bak penampungan air, semakin deras (besar debit) air mengalir dari ujung selang. Hal ini sama seperti pada hukum Ohm, semakin besar perbedaan potensial antara ujung-ujung penghantar semakin besar arus listrik yang mengalir.

Jika peserta didik sudah memahami analogi antara air dengan arus listrik ini, maka akan sangat membantu ketika mereka berhadapan dengan soal-soal tentang arus listrik. Pada saat mereka berhadapan dengan soal tentang arus listrik, ingatannya langsung tertuju kepada aliran air pada air terjun di hall sekolah. Keakraban  dan terbiasanya mereka  dengan air terjun tersebut akan sangat membantu menyelesaikan soal-soal tentang arus listrik.

Jadi, peran analogi dalam proses pembelajaran tidak bisa dipandang sebelah mata, karena dapat membantu peserta didik memahami konsep-konsep yang bersifat abstrak. Berdasarkan beberapa penelitian, pendekatan pembelajaran analogi dapat meningkatan pemahaman siswa tentang konsep yang dipelajarinya.

Bacaan dan riset tentang pembelajaran IPA dengan analogi:

  1. ANALOGI DALAM PENGAJARAN FISIKA
  2. PENGGUNAAN ANALOGI DALAM PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI METODE EKSPERIMEN TOPIK ALIRAN ARUS LISTRIK UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA KELAS X SMA YPPK TARUNA DHARMA KOTARAJA
  3. PENGARUH PENGGUNAAN
    METODE ANALOGI FAR (FOKUS-AKSI-REFLEKSI )TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA

Bagian 2 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s