Karya Tulis, Materi Pembelajaran, Percobaan asyik, Strategi Pembelajaran

Pembelajaran dengan 3i (Bag.2 : Inkuiri)


foto20b2sar
Termasuk 1 dari 20 Pemakalah Terbaik

Apa itu  pembelajaran inkuiri?

Pembelajaran inkuiri merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan Peserta didik untuk mencari dan menyelidiki sesuatu (benda, manusia atau peristiwa) secara sistematis, kritis, logis analitis sehingga dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.  (Google)

Ada dua alasan pokok mengapa pembelajaran inkuiri digunakan dalam pembelajaran Listrik Dinamis pada kelas IX A SMP DuTa. Pertama, karena kelas ini merupakan kelas unggulan di mana  siswa-siswa nya merupakan peringkat 32 tertinggi sewaktu PPDB sehingga bisa diajak untuk berpikir kritis, logis, dan analitis sebagai salah satu “syarat” penerapan pembelajaran inkuiri. Pembelajaran dengan ceramah yang biasa diberlakukan pada kelas ini membuat potensi daya pikir siswa kelas ini tidak dapat berkembang tetapi justru semakin melemahkan-nya sehingga pembelajaran inkuiri terbimbing ini juga bertujuan untuk membangunkan potensi siswa agar mempunyai kemampuan belajar yang lebih baik.

Alasan kedua terdapat pada materi pembelajaran-nya dimana beberapa materi listrik dinamis dapat dipraktekkan secara langsung oleh peserta didik dan alat-alat  yang digunakan-nya juga sederhana, murah, dan mudah didapat. Materi tentang listrik dinamis ini juga tidak asing bagi peserta didik,  karena setiap hari mereka selalu bersentuhan dengan listrik. Di sisi lain, peserta didik masih asing dengan konsep-konsep di balik fenomena listrik yang mereka lihat dan alami sehari-hari. Mereka belum tahu tentang tegangan listrik, arus listrik, hambatan listrik, rangkaian seri / paralel, dan sebagainya.

Langkah-langkah pembelajaran inkuiri :

Langkah Orientasi

Pada tahap awal ini peserta didik diberitahu bahwa  pembelajaran yang dilaksanakan ini berbeda dengan model pembelajaran sebelumnya. Dalam pembelajaran ini peserta dituntut aktif dan berpikir kritis. Untuk memotivasi peserta didik disampaikan juga bahwa akan ada pengamatan terhadap air terjun buatan, melakukan eksperimen, dan menggunakan handphone dalam pembelajaran. Karena ketiga kegiatan tersebut belum pernah diterapkan  pada subjek penelitian ini, maka hal itu akan dapat membangkitkan semangat  peserta didik untuk mengikuti pembelajaran.

Merumuskan Masalah

Peserta didik diminta mengamati apa yang terjadi ketika guru meng”klik” saklar  yang ada di ruang kelas. Melalui peristiwa ini banyak masalah yang bisa digali oleh peserta didik, seperti mengapa lampu menyala ketika saklar di”klik” dan apa yang terjadi pada kabel yang menghubungkan antara saklar dengan lampu sehingga lampu menyala. Peserta didik dengan bimbingan guru menyepakati rumusan masalah yang akan dicari jawabannya pada langkah-langkah pembelajaran selanjutnya.

Merumuskan Hipotesis

Untuk membantu  membuat hipotesis, peserta didik diajak ke hall sekolah untuk mengamati air terjun buatan yang merupakan analogi dari rangkaian listrik sederhana. Dalam melakukan pengamatan, peserta didik mengikuti  panduan yang ada di LKPD dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan membimbing peserta didik merumuskan hipotesis-nya sendiri  tentang arus listrik. Dari hasil penelitian ternyata peserta didik dapat membuat hipotesis yang benar, meskipun konsep targetnya bersifat abstrak dan hal yang baru bagi peserta didik. Hal ini dikarenakan analogi yang digunakan sesuai dengan konsep target.

Mengumpulkan Data

Untuk menguji apakah hipotesis yang telah dirumuskan benar atau salah, langkah awalnya adalah mengumpulkan data-data yang berasal dari percobaan tentang rangkaian listrik sederhana. Pada tahap ini, guru menyediakan kit listrik sederhana yang terdiri dari baterai koin, lampu LED beserta kabel-nya, potongan seng, isi stapler, dan kertas. Peserta didik diminta untuk merangkai alat-alat tersebut agar lampu menyala. Faktor-faktor yang menyebabkan lampu menyala dan tidak menyala didata dan dicatat dalam LKPD. Dari percobaan sederhana ini peserta didik berhasil mengumpulkan data-data yang nantinya dapat digunakan untuk menjawab masalah dan menguji hipotesis tentang arus listrik dalam rangkaian sederhana.

Kit listrik
Kit Listrik yang sederhana, diperoleh dari toko online

 

lampu 4bat
Mencari data arus listrik
hp
Mencari data V, I, dan R dengan bantuan Simulasi Phet lewat Handohone

Menguji Hipotesis

Data-data dan informasi yang didapat dari percobaan dikumpulkan dan dianalisa untuk menentukan apakah hipotesis yang telah dirumuskan benar atau tidak. Yang terpenting dalam pengujian hipotesis ini adalah tingkat keyakinan peserta didik atas jawaban yang diberikan. Guru menguatkan peserta didik untuk tidak ragu dalam menguji hipotesis asal  jawabannya didukung oleh data dan fakta dari percobaan. Berdasarkan data-data yang ada dan  membandingkan-nya dengan analogi yang dipakai, sebagian besar kelompok mendapatkan bahwa hipotesis yang mereka buat adalah benar.

Menarik Kesimpulan

Untuk menyusun kesimpulan, peserta didik dibimbing melalui pertanyaan-pertanyaan yang ada di LKPD di mana jawabannya mengarah ke kesimpulan. Kesimpulan yang didapat merupakan deskripsi hasil dari pengujian hipotesis. Pernyataan kesimpulan diharapkan sesuai dengan konsep-konsep dari materi ajar. Inilah tujuan penggunaan metode pembelajaran inkuiri ini yaitu peserta didik menemukan sendiri konsep-konsep yang dipelajari.

Fungsi guru dalam pembelajaran inkuiri ini hanyalah sebagai fasilitator belajar peserta didik. Dalam penelitian ini, penulis hanya “berbicara” pada awal dan akhir pembelajaran. Pada awal pembelajaran, memberikan motivasi dan arahan-arahan di dalam melakukan proses pembelajaran, sedangkan pada akhir pembelajaran memberikan konfirmasi dan penguatan atas kesimpulan yang didapat oleh peserta didik. Untuk memperdalam dan memperkuat konsep yang didapat peserta didik, penulis menggunakan simulasi dan animasi komputer seperti yang akan dijelaskan pada bagian 3 dari tulisan ini.

Bacaan dan Contoh Penelitian tentang pembelajaran dengan Inkuiri

  1. Model Pembelajaran Inquiry, Pengertian dan Penerapannya Menurut Ahli
  2. Strategi Pembelajaran Inkuiri (Pdf)
  3. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN
  4. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING (GUIDED
    INQUIRY) UNTUK MENINGKATKAN SIKAP PEDULI TERHADAP LINGKUNGAN
    PADA KONSEP PENCEMARAN LINGKUNGAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s