Inovasi Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Strategi Pembelajaran

Pembelajaran dengan 3i (Bag.3 : Simulasi / Animasi)


Pengertian Simulasi :

Secara Umum, simulasi adalah suatu cara untuk menduplikasi atau menggambarkan ciri, tampilan, dan karakteristik dari suatu sistem yang nyata. Ide tersebut berawal dari simulasi adalah untuk meniru situasi dunia nyata yang dilakukan secara matematis, kemudian dengan mempelajari sifat dan karakter operasionalnya, dan pada akhirnya membuat suatu kesimpulan dan membuat keputusan yang didasarkan pada hasil dari simulasi.  Dengan cara ini, sistem di dunia nyata tidak disentuh atau dirubah hingga keuntungan dan kerugian dari apa yang menjadi kebijakan utama suatu keputusan yang diuji cobakan dalam sistem model. Menurut Pusat Bahasa Depdiknas (2005) simulasi adalah satu metode pelatihan yang memperagakan sesuatu dalam bentuk tiruan (imakan) yang mirip dengan keadaan sesungguhnya.  Sumber di sini.

Di dalam pembelajaran IPA, penggunaan simulasi / animasi komputer harus memperhatikan dua hal berikut. 1) Simulasi komputer (Virtual Lab) tidak boleh menggantikan percobaan riil. Artinya. jika alat, bahan, dan situasi memungkinkan melakukan percobaan riil, ya seharusnyalah percobaan itu dilakukan. Simulasi komputer (Virtual Lab) hanya digunakan jika percobaan riil tidak bisa dilaksanakan atau kalau dilaksanakan membutuhkan biaya yang mahal dan membahayakan peserta didik. Dengan kata lain simulasi komputer hanya sebagai alat bantu jika alat dan bahan yang riil tidak ada. 2) Simulasi / animasi digunakan untuk materi yang bersifat abstrak atau yang tidak dapat diamati secara langsung dengan mata telanjang dan dengan alat bantu. Contoh aliran muatan listrik, aliran darah di dalam tubuh, dan sebagainya.

Berdasarkan hal di atas, dua alasan mengapa penulis menggunakan simulasi komputer di dalam pembelajaran listrik dinamis. Pertama, ada beberapa materi dalam listrik dinamis yang bersifat abstrak seperti muatan-muatan listrik dan arah gerakannya di dalam penghantar. Karena apa yang diamati oleh peserta didik hanyalah fenomena listrik yang terjadi di luar kawat penghantar sedangkan apa yang terjadi di dalam kawat penghantar tidak bisa diamati maka penggunaan simulasi / animasi yang menggambarkan peristiwa yang terjadi di dalam penghantar akan sangat membantu peserta didik di dalam memahami konsep tentang arus listrik yang telah mereka temukan. Karena berfungsi sebagai penguat konsep, maka penjelasan konsep dengan simulasi diberikan pada bagian akhir pembelajaran sekaligus sebagai konfirmasi atas  konsep yang didapatkan peserta didik melalui percobaan.

Untuk melihat simulasi / animasi tentang arus listrik silahkan klik di sini

Alasan kedua adalah karena tidak tersedianya basic meter  untuk melakukan percobaan hukum ohm. Dalam hal ini peserta didik  menggunakan simulasi Phet untuk “mengukur” arus listrik, beda potensial, dan hambatan listrik. Sebelum menggunakan Phet, peserta didik melakukan percobaan riil untuk mengamati perubahan arus listrik yang disebabkan oleh perubahan beda potensial.

Hasil angket, peserta didik sangat menikmati penggunaan simulasi komputer dalam pembelajaran. Seratus persen peserta didik mengaku bahwa simulasi komputer yang digunakan dalam pembelajaran membantu, bahkan sangat membatu di dalam mereka memahami konsep yang dipelajari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s