ESKUL IPA

Pengalaman Membimbing KIR Pemenang Harapan II LKIR LIPI – TVRI Tahun 1995

Tahun 1995 adalah salah satu tahun yang tidak terlupakan bagi saya. Pada tahun itu saya berhasil menghantar salah satu siswa binaan saya di KIR ke Senayan mengikuti Sidang DPR & MPR menyimak pidato kenegaraan Preside dan ikut Upacara HUT RI ke 50 di Istana Negara. Dan saya sendiri kecipratan ikut mendampingi ke Jakarta dan naik pesawat Dili – Jakarta secara gratis he…..

Hal ini bermula ketika saya melihat sejenis rumput yang menyerupai rumput mendong tumbuh subur di area rawa-rawa sekitar SMAN 1 Pante Makassar, Ambeno Tim-Tim, tempat saya mengajar. Ternyata selama tumbuh, rumput tersebut tidak dimanfaatkan sama sekali oleh penduduk sekitar rawa. Oleh karena itu, saya menantang siswa binaan saya untuk meneliti tentang karakter / sifat rumput tersebut, bisa tidak kalau dibuat sebagai bahan kerajinan anyam-anyaman.

ilustrasi jenis rumput yang hidup di air payau. sumber

Selain rumput, rawa tersebut mempunyai potensi lain, yaitu tanahnya. Karena rawa tersebut terhubung dengan laut melalui sebuah “sungai”, maka pada saat laut pasang rawa tersebut penuh dengan air laut. Apabila hal itu terjadi pada musim kemarau. hanya beberapa hari saja, rawa tersebut kering. Nah proses pengeringan rawa ini menjadikan tanah “patut diduga” mengandung garam yang cukup signifikan. Nah, dalam hal ini saya kembali menantang anak-anak binaan saya untuk meneliti apakah benar tanah rawa tersebut mengandung garam, kalau ya, berapa kadar garamnya, kalau dibuat industri rumah tangga pengolahan garam, rugi tidak, dan sebagainya.. ( kalau jaman sekarang namanya sainspreneur… he,. )

Ilustrasi tanah bergaram sumber

Potensi lainnya dari rawa tersebut adalah di bidang perikanan, Ya, pada akhir musim hujan, ketika air rawa mulai surut dan rawa hampir kering, merupakan musim pesta ikan lele, mujair. dan kepiting. Ikan-ikan tersebut bebas diambil masyarakat sekitar karena ada di rawa secara alami atau dengan kata lain tidak ada yang membudidayakan. Walaupun tidak dibudidayakan, hasil tangkapan warga sekitar rawa sangat banyak sehingga membuat harga ikan jatuh pada saat itu dimana 1 ember ikan lele hanya diharhai Rp. 2.000. Nah, kalau tidak budidayakan saja hasilnya sangat banyak, apalagi kalau dibudidayakan? Kembali kelompik KIR, saya minta untuk meniliti jenis ikan apa saja yang hidup di rawa dan bagaimana membudidayakannnya.

ilustrasi panen ikan lele. sumber

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh kelompok KIR, didapatkan hasil sebagai berikut :

  1. Jenis rumput yang hidup dirawa dapat dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan anyaman dengan cara dipotong, dijemur, dan “dimasak”terlebih dahulu.
  2. Tanah rawa mengandung garam dengan kadar garam …. (maaf saya lupa datanya) sehingga menguntungkan kalau dibudidayakan oleh masyarakat sekitar.
  3. Kedalaman air tawar memungkinkan membudidayakan ikan pada saat musim penghujan dengan cara keramba.

Berikut data ketua Kelompok KIR yang mewakili ke LIPI di Jakarta dan mempresentasikan karya ilmiah KIR SMAN 1 Pante Makassar pada tahun 1995.

sumber